PAVILLIUN
NURSING CARE
Sabtu, 14 April 2018
Ketersediaan Tempat Perawatan
PAVILLIUN
Sabtu, 11 Maret 2017
PELAYANAN DOKTER SPESIALIS BERTAMBAH DI KOTABARU
RSUD Kotabaru
Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Sayed Jafar menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Untung Suseno, terkait penugasan dokter spesialis yang baru lulus ke wilayah itu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Ernawati, menyampaikan nantinya para dokter spesialis yang ditugaskan akan ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru.
"Dengan ditugaskannya para dokter spesialis, maka Kotabaru tidak kekurangan dokter spesialis lagi, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal," ujarnya.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kotabaru dr Nanang menambahkan program WKDS ini merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis, khususnya bedah, spesialis anak, spesialis kandungan, penyakit dalam dan anastesi.
Program WKDS ini merupakan upaya pemerataan dokter spesialis, yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 tentang wajib kerja dokter spesialis (WKDS) yang telah disahkan pada 12 Januari 2017 lalu.
Dia mengemukakan program WKDS ini telah mengatur setiap dokter spesialis yang baru lulus dari perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri per 12 Januari, akan memiliki kewajiban untuk menjadi peserta WKDS dan ditempatkan di rumah sakit pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Lokasi penempatan dokter spesialis dibagi menjadi tiga bagian yang diprioritaskan pada rumah sakit daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, rumah sakit rujukan regional, rumah sakit rujukan provinsi.
Pendistribusian tenaga dokter spesialis disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Bupati dan walikota berhak mengajukan usulan kebutuhan dokter spesialis kepada Gubernur melalui Dinas Kesehatan Provinsi.
Kemudian Gubernur mengajukan usulan kebutuhan dokter spesialis di wilayahnya kepada Menteri Kesehatan berdasarkan perencanaan kebutuhannya.
Nanang menambahkan hingga saat ini RSUD Kotabaru telah memiliki dua dokter spesialis penyakit dalam, tiga spesialis kandungan, dua spesialis bedah, seorang spesialis anak, telinga hidung dan tenggorokan satu orang.
Dokter Anastesi satu orang, patologi klinik satu orang, radiologi satu orang dan sembilan orang dokter umum.
"Dalam program WKDS kali ini kita minta satu orang dokter spesialis anak," katanya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri menyatakan insentif berupa gaji yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada dokter spesialis yang ditugaskan menjalankan program (WKDS) di seluruh daerah Indonesia berkisar Rp23-Rp30 juta per bulan.
Pemerintah pusat akan memberikan insentif dalam rentang Rp23-30 juta per bulan disesuaikan dengan wilayah kerja penempatan dokter spesialis.
"Dengan insentif tersebut maka diharapkan bisa mendorong wajib kerja dokter spesialis. Kita tidak hanya mewajibkan, tapi juga memberikan insentif," ucap Usman.
Namun, selain insentif dari Kementerian Kesehatan, Perpres Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis menyebutkan pemberian insentif juga wajib diberikan oleh pemerintah daerah di tempat dokter tersebut bekerja.
Dalam perpres juga diatur bahwa peserta WKDS juga akan mendapatkan fasilitas tempat tinggal atau rumah dinas yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat.
Editor: Ulul Maskuriah
Zainal Rs-Ktb
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Minggu, 05 Maret 2017
INSTALASI RAWAT INTENSIF ( ICU )
Instalasi Rawat Intensif (IRI) /ICU adalah suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri (instalasi dibawah direktur pelayanan), dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedera atau penyulit-penyulit yang mengancam nyawa atau potensial mengancam nyawa dengan prognosis dubia. IRI menyediakan kemampuan dan sarana, prasarana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital dengan menggunakan ketrampilan staf medic, perawat dan staf lain yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan-keaadaan tersebut.
Ruang lingkup pelayanan meliputi dukungan fungsi organ-organ vital seperti pernapasan, kardiosirkulasi, susunan saraf pusat, ginjal dan lain-lainya, baik pada pasien dewasa ataupun pasien anak.
Rumah sakit sebagai penyedia pelayanan kesehatan mempunyai fungsi rujukan harus dapat memberikan pelayanan IRI yang professional dan berkualitas. Dengan mengedepankan keselamatan pasien. Pada instalasi rawat intensif (IRI), perawatan untuk pasien dilaksanakan dengan melibatkan berbagai tenaga profesional yang terdiri dari multidisiplin ilmu yang bekerja sama dalam tim. Pengembangan tim mulitidisplin yang kuat sangat penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Selain dukungan itu sarana, prasarana serta peralatan juga diperlukan dalam rangka meningkatkan pelayanan IRI.
Oleh karena itu, mengingat diperlukanya tenaga khusus, terbatasnya sarana dan prasarana, serta mahalnya peralatan, maka demi efisiensi, keberadaan IRI perlu dikonsentrasikan.
STANDAR KETENAGAAN
Kualifikasi Sumber Daya manusia.
Kualifikasi tenaga kesehatan yang bekerja di IRI harus mempunyai pengetahuan yang memadai, mempunyai ketrampilan yang sesuai dan mempunyai komitmen terhadap waktu.
Tenaga Medis.
Seorang dokter intensivis adalah seorang dokter yang memenuhi standar kompetensi berikut :
Terdidik dan bersertifikat sebagai seorang spesialis anastesiologi melalui program pelatihan dan pendidikan yang diakui oleh perhimpunan profesi yang terkait.
Menunjang kualitas pelayanan IRI dan menggunakan sumber daya IRI secara efesien
Mendarmabaktikan lebih dari 50% waktu profesinya dalam pelayanan IRI
Bersedia berpartisipasi dalam suatu unit yang memberikan pelayanan 24 jam/hari, 7 hari/minggu
Mampu melakukan prosedur critical care, antara lain :
Sampel darah arteri
Memasang dan mempertahankan jalan napas termasuk intubasi trakeal, trakeostomi perkutan dan ventilasi mekanis
Mengambil kateter intravaskuler untk monitoring invasive maupun terapi invasif
misalnya; peralatan monitoring, termasuk :
Kateter vena central (CVP)
Resusitasi jantung paru
Pipa torakostomi
Melaksanakan dua peran utama :
Pengelolaan pasien
Mampu berperan sebagai pemimpin tim dalam memberikan pelayanan di IRI, menggabungkan dan melakukan titrasi pelayanan pada pasien penyakit kompleks atau cedera termasuk gagal organ multi-sistem. Dalam mengelola pasien, dokter intensivis dapat mengelola sendiri atau berkolaborasi dengan dokter lain.
Seorang dokter intensivis mampu mengelola pasien sakit kritis dalam kondisi seperti :
Hemodinamik tidak stabil
Gangguan atau gagal napas, dengan atau tanpa memerlukan tunjangan ventilasi mekanis
Gangguanneurologisakuttermasukmengatasihipertensi intracranial
Gangguan atau gagal ginjal akut
Gangguan endokrin dan/ atau metabolic akut yang mengancam nyawa
Gangguan nutrisi yang memerlukan tunjangan nutrisi
Manajemen Unit.
Dokter intensivis berpartisipasi aktif dalam aktivitas-aktivitas manajemen unit yang diperlukan untuk memberi pelayanan-pelayanan IRI yang efisien, tepat waktu dan konsisten.
Aktivitas-aktivitas tersebut meliputi antara lain :
Triage, alokasi tempat tidur dan rencana pengeluaran pasien
Supervisi terhadap pelaksanaan kebijakan-kebijakan unit
Partisipasipadakegiatan-kegiatanperbaikankualitasyang berkelanjutan termasuk supervisi koleksi data
Berinteraksiseperlunyadenganbagian-bagianlainuntuk menjamin kelancaran pelayanan di IRI
Mempertahankan pendidikan berkelanjutan tentang critical care medicine :
Selalu mengikuti perkembangan mutakhir dengan membaca literature kedokteran
Berpartisipasi dalam program-program pendidikan dokter berkelanjutan.
Menguasai standar-standar untuk unitcritical care. Ada dan bersedia untuk berpartisipasi pada perbaikan kualitas interdisipliner.
Tenaga Keperawatan.
IRI harus memiliki jumlah perawat yang cukup dan sebagaian besar terlatih. (diganti) menjadi : jumlah perawat di IRI ditentukan berdasarkan jumlah tempat tidur dan ketersediaan ventilasi mekanik. Perbandingan perawat : pasien 1:1, sedangkan perbandingan perawat : pasien yang tidak menggunakan ventilasi mekanik adalah 1:2.
Distribusi Ketenagaan.
Ka. Instalasi IRI
Spesialis anastesiologi Pelatihan ACLS dan BLS.
Ka. Perawat IRI
Minimal D3 keperawatan, Pelatihan ICU Pelatihan manajemen bangsal.
Penanggung jawab shift
D3 keperawatan ( masa kerja 5 – 10 tahun )
Bantuan hidup dasar dan bantuan hidup lanjut
Melakukan Administrasi keperawatan & bertanggung jawabterhadap kelancarantugas dalam shift
Perawat Pelaksana
D3 keperawatan Bantuan hidup dasar dan bantuan hidup lanjut
Melakukan tindakan-tindakan keperawatan sesuai SPO
DokterspesialisAnestesiologisiap24jammenanganikasus kegawatan IRI
Dokter spesialis konsulen siap 24 jam menangani kasus kegawatan IRI
Tenaga perawat siap 24 jam melayani kasus IRI.
TATA LAKSANA PELAYANAN
Kriteria Masuk Dan Keluar IRI
Sebelum pasien masuk ke IRI, pasien dan/atau keluarganya harus mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai dasar pertimbangan mengapa pasien harus mendapat perawatan di IRI, serta tindakan kedokteran yang mungkin selama pasien dirawat di IRI.
Penjelasan tersebut diberikan oleh kepala IRI atau dokter yang bertugas. Atas penjelasan tersebut pasien dan /atau keluarganya dapat menerima/menyatakan persetujuan untuk dirawat di IRI. Persetujuan dinyatakan dengan menandatangani formulir informed consent.
Pada keadaan sarana dan prasarana IRI yang terbatas pada suatu Rumah Sakit, diperlukan mekanisme untuk membuat prioritas apabila kebutuhan atau permintaan akan pelayanan IRI lebih tinggi dari kemampuan pelayanan yang dapat diberikan.
Kepala IRI bertanggung jawab atas kesesuaian indikasi perawatan pasien di IRI. Bila kebutuhan pasien masuk IRI melebihi tempat tidur yang tersedia, kepala IRI menetukan kondisi berdasarkan prioritas kondisi medik, pasien mana yang akandirawat di IRI.
Kriteria Masuk.
Pasien Dengan Prioritas.
PRIORITAS 1
Pasien sakit kritis, kondisi tidak stabil yang memerlukan terapi intensif dan monitoring yang tidak bias dilakukan di ruang rawat ianap yang lain
Pasien yang memerlukan bantuan ventilator, obat vasoactive kontinu, terapi tidak terbatas. ARDS, Syok, hemodinamik tidak stabil.
PRIORITAS 2
Pasien yang memerlukan monitoring ketat dan berpotensi memerlukan
Chronic comorbid disease eksaserbasi akut yang berat secara medis atau bedah.
PRIORITAS 3
Pasien kritis kronik yang cenderung masuk tahap recovery, menjalani terapi untuk kasus akutnya tetapi tidak memerlukan intubasi atau resusitasi jantung paru
Keganasan dengan metastase komplikasi dengan infeksi, tamponade jantung atau obstruksi jalan nafas
PRIORITAS 4
Pasien yang secara umum tidak perlu masuk ke IRI
Tidak banyak keuntungannya di rawat di IRI.
Misal : bedah vaskuler perifer, hemodinamik stabil pada ketoasidosis diabetikum, gagal jantung ringan
Pasien stase terminal dan irreversible illness.
Misal : pada keganasan dengan metastase disertai multi organ failure.
Kriteria Keluar.
Prioritas pasien dipindahkan dari IRI berdasarkan pertimbangan medis oleh kepala IRI dan tim yang merawat pasien.
Bila status fisik pasien sudah stabil dan tidak perlu monitoring ketat lebih lama
Bila status fisik telah menurun jauh tetapi tidak ada rencana intervensi aktif.
Persiapan Penerimaan Pasien.
Monitoring Pasien.
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkesinambungan guna mewujudkan pelayanan IRI yang aman dan mengutamakan keselamatan pasien.
Monitoring dan evaluasi dimaksud harus ditindaklanjuti untuk menentukan faktor-faktor yang potensial berpengaruh agar dapat diupayakan penyelesaian yang efektif.
Indikator pelayanan IRI yang digunakan adalah system skor prognosis dan keluaran dari IRI. Sistem skor prognosis dibuat dalam 24 jam pasien masuk ke IRI.
Misalnya system skor prognosis yang dapat digunakan adalah APACHE II, SOFA skor. Rerata nilai skoring prognosis dalam periode tertentu dibandingkan dengan keluaran aktualnya.
Pencapaian yang diharapkan adalah angka mortalitas yang sama atau lebih rendah dari angka mortalitas terhadap rerata nilai scoring prognosis.
Prosedur Medik
Pemasangan CVP
Intubasi dan perawatannya
Ekstubasi
Balance cairan
Penilaian kematian batang otak
Indikasi penggunaan dan penghentian ventilator mekanik
Penggunaan ventilator mekanik
Pengunaan Alat Medik
Syringe pump
Infusion pump
Suction
Defibrilator
Pencacatan Dan Pelaporan Kegiatan Pelayanan.
Catatan IRI diverifikasi dan ditandatangani oleh dokter yang melakukan pelayanan di IRI dan bertanggung jawab atas semua yang dicatat tersebut.
Pencatatan menggunakan status khusus IRI yang meliputi pencatatan lengkap terhadap diagnosis yang menyebabkan dirawat di IRI, data tanda vital, pemantauan fungsi organ khusus (jantung, paru, ginjal dan sebagainya) secara berkala, jenis dan jumlah asupan nutrisi dan cairan, catatan pemberian obat serta jumlah cairan tubuh yang keluar dari pasien.
Pelaporan pelayanan IRI terdiri dari jenis indikasi pasien masuk serta jumlahnya, system skor prognosis, penggunaan alat bantu (ventilasi mekanis,
hemodialisis, dan sebagainya), lama rawat dan keluaran (hidup atau meninggal) dari IRI.
Jumat, 16 Desember 2011
Honda kencang karena skill Casey Stoner.
explorer 8 vs google crome
Rabu, 14 Desember 2011
resiko kelahiran prematur
CHICAGO (Reuters) - pengobatan dengan gel mengandung progesteron hormon dapat memotong risiko kelahiran prematur oleh lebih dari 40 persen pada wanita dengan pendek cervixes, menurut analisis yang dirilis pada hari Rabu.
Apa yang disebut meta-analisis, yang mengumpulkan hasil dipublikasikan lima besar uji klinis, menunjukkan bahwa pengobatan dengan gel vagina membantu mencegah kelahiran pre-term 42 persen wanita dengan leher rahim pendek, kunci faktor risiko.
Perawatan juga memotong tingkat masalah pernapasan dan mengurangi kebutuhan untuk menempatkan bayi pada ventilator, tim ditemukan. Analisis termasuk data dari lima uji klinis yang melibatkan 775 perempuan dan bayi 927.
Dr Roberto Romero, kepala dari cabang penelitian perinatology dari National Institutes of Health, mengatakan analisis "menyediakan bukti kuat" vagina progesteron mencegah kelahiran pre-term, dan mengurangi tingkat kematian dan rawat inap pada bayi yang ibunya memiliki leher rahim pendek.
Romero dan lain-lain memperkirakan bahwa rutin USG pengobatan progesteron untuk perempuan dengan leher rahim pendek bisa mencegah kelahiran pre-term sebanyak 45.000 di Amerika Serikat, menyimpan lebih dari $500 juta dalam biaya kesehatan.
Progesteron adalah hormon alami yang diproduksi oleh plasenta dan indung telur, dan telah digunakan selama lebih dari 15 tahun untuk membantu perempuan yang membawa bayi istilah penuh setelah in vitro fertilisasi.
Hasil analisis ini "memiliki potensi untuk menghasilkan perubahan dalam praktek obstetrical di Amerika Serikat dan Eropa dan akhirnya di seluruh dunia," kata Dr Thomas Garite, editor-in-chief dari American Journal of obstetri dan ginekologi, yang menerbitkan studi online.
"Prematur adalah penyebab utama kematian dan kerusakan untuk bayi yang baru lahir dan meskipun upaya besar, tidak ada dampak telah dibuat di tingkat kelahiran pre-term, yang benar-benar meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis menambahkan pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa progesteron membantu mencegah prematur.
Pada bulan April, Romero menerbitkan sebuah studi gel vagina yang dibuat oleh Columbia laboratorium Inc dan obat-obatan Watson Inc menunjukkan progesteron perawatan memotong kelahiran prematur 45 persen pada wanita dengan leher rahim pendek, meningkatkan harapan untuk cara sederhana untuk mencegah kelahiran prematur pada wanita ini.
Berdasarkan temuan terbaru, para peneliti mengatakan wanita hamil harus secara rutin mendapatkan USG untuk mendeteksi leher rahim pendek antara 19 dan 24 minggu. Perempuan yang ditemukan memiliki leher rahim pendek harus dipertimbangkan untuk progesteron terapi.
Di Amerika Serikat, 12,8 persen bayi lahir prematur pada tahun 2008, meningkatkan risiko mereka mati di tahun pertama mereka dan memiliki bernapas kesulitan, cerebral palsy, ketidakmampuan belajar, kebutaan dan tuli.
Kelahiran sekitar 12.9 juta di seluruh dunia pre-term, terjadi sebelum 37th minggu kehamilan, termasuk 11 juta di Afrika dan Asia, 900,000 di Amerika Latin dan Karibia, dan 500.000 masing-masing di Eropa dan Amerika Serikat.
Adrenalin untuk Out-of-rumah sakit pads perawatan anafilaksis
Untuk manajemen reaksi alergi (bahkan mengancam hidup) serius, saya telah mengajar orang dewasa untuk mengelola adrenalin (adrenalin) dengan suntikan selama bertahun-tahun. Hal ini dapat menyelamatkan nyawa intervensi. Masyarakat Emergency Medical Services (EMS) sekarang setuju bahwa EMS personil harus dilatih untuk mengenali reaksi alergi yang serius dan diperbolehkan untuk mengelola adrenalin. Dalam edisi terbaru jurnal Prehospital darurat Care (2011; 15:570-576), ada sebuah artikel oleh Jacobsen dan Millin yang berjudul "penggunaan adrenalin untuk Out-of-rumah sakit perawatan anafilaksis: dokumen sumber daya untuk National Association of EMS dokter posisi pernyataan" yang rincian penggunaan adrenalin untuk tujuan ini.
Dorongan baru besar dokumen ini akan menyoroti fakta bahwa intramuskular (IM, langsung ke otot) injeksi rute administrasi pilihan, bukan rekomendasi utama tradisional untuk menyuntikkan ke dalam ruang jaringan hanya di bawah kulit lapisan ("subkutan"). Hal ini karena injeksi ke dalam jaringan otot mengakibatkan penyerapan halus dan lebih dapat diandalkan obat, dengan lebih tinggi puncak tingkat terapeutik obat yang mencapai lebih cepat daripada dengan subkutan injeksi. Paha lateral sering digunakan untuk injeksi IM; lengan atas luar ini paling sering digunakan untuk injeksi subkutan. Dalam "autoinjector pena" digunakan untuk mengelola adrenalin (sering disebut dengan nama merek "EpiPen"), jarum mungkin tidak cukup lama untuk mencapai jaringan otot orang besar dan/atau gemuk. Namun, jika adrenalin disuntikkan ke dalam jaringan subkutan, dalam segala kemungkinan masih akan efektif, walaupun tidak secepat mungkin setelah injeksi.
Berikut adalah saran tentang bagaimana untuk memberikan adrenalin untuk reaksi alergi yang parah: mengelola berair adrenalin (adrenalin) 1:1,000 di intramuskular atau subkutan suntikan (tergantung pada kedalaman yang diperoleh dengan jarum). Dosis dewasa adalah 0,3-0,5 mL; dosis pediatrik adalah 0,01 mL/kg berat badan, agar dosis total 0,3 mL. Untuk berat estimasi, 1 kg sama dengan pon 2.2. Obat ini tersedia dalam jarum suntik yang dimuat dalam kit alergi tertentu, yang meliputi EpiPen autoinjector dan autoinjector EpiPen Jr., autoinjector Twinject (0,3 mg atau 0,15 mg dosis; dosis 2 per unit), dan Ana-Kit. Petunjuk untuk penggunaan menemani kit. EpiPen dan Twinject produk adrenalin umumnya lebih mudah bagi para umat awam untuk menggunakan, karena mereka memerlukan keterampilan kurang untuk mencapai injeksi dengan mereka. Twinject autoinjector dan Ana-Kit jarum suntik dikonfigurasi dengan cukup adrenalin untuk dosis (ulangi) yang kedua, yang kadang-kadang. Twinject adalah autoinjector benar untuk dosis pertama; dosis kedua disampaikan sebagai injeksi rutin dari jarum suntik yang tersembunyi dan jarum.
Untuk dosis tujuan, EpiPen dan Twinject autoinjector mg 0,3 harus digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak lebih dari 66 lb (30 kg) berat. Anak-anak 66 lb dan di bawah harus disuntik dengan autoinjector mg 0,15 EpiPen Jr. atau Twinject.
Mengambil perawatan khusus untuk menangani jarum suntik yang dimuat dengan benar, untuk menghindari sengaja injeksi ke jari atau kaki. Tidak sengaja menyuntikkan adrenalin ke bokong atau vena. Adrenalin tidak boleh terkena panas atau matahari, tetapi tidak perlu disimpan didinginkan. Jika jelas (liquid) adrenalin berubah cokelat, harus dibuang. Ketika mengelola suntikan, tidak pernah berbagi jarum antara orang-orang.
salbutamol vs ards
Senin,12 Desember 11,
HealthDay News) - Sebuah studi yang menilai intravena infus obat salbutamol pada pasien dengan sindrom stres pernapasan akut dihentikan karena tidak meningkatkan hasil jika dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.
Sindrom stres pernapasan akut (ARDS) terjadi di sekitar 14 persen pasien yang membutuhkan ditempatkan dengan ventilasi mekanis. Tingkat kematian di antara pasien dengan ARDS tinggi - 40-60 persen--dan yg selamat terjadi penurunan kualitas hidup mereka.
Namun, "rutin penggunaan terapi agonist [beta-2] pada pasien berventilasi mekanis dengan ARDS tidak direkomendasikan," para peneliti menulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam edisi online Desember 12 empat.
Studi Inggris termasuk 326 pasien yang menerima salbutamol (juga dikenal sebagai albuterol) dan dengan plasebo dalam 72 jam mengembangkan ARDS, dan perlakuan yang berlanjut hingga tujuh hari. Tetapi studi dihentikan setelah 55 (34 persen) dari pasien 161 di kelompok salbutamol meninggal, dibandingkan dengan 38 (23 persen) 163 pasien dalam kelompok plasebo.
Secara keseluruhan, tingkat kematian adalah 47 persen lebih tinggi dalam kelompok salbutamol daripada di kelompok plasebo.
Selain itu, pasien dalam kelompok salbutamol masih perlu ventilator beberapa hari daripada orang-orang dalam kelompok plasebo.
"Temuan kami menunjukkan bahwa intravena salbutamol yang diberikan kepada pasien dengan awal ARDS secara signifikan meningkatan kematian 28 hari, dan mengurangi hari bebas ventilator dan durasi organ dukungan dibandingkan dengan orang-orang yang diberikan plasebo," Fang Gao Smith dan Gavin Perkins Universitas Warwick, dan rekan-rekan, menjelaskan dalam jurnal berita rilis.
Penulis menambahkan bahwa terapi "buruk ditoleransi" oleh pasien karena terjadi side efeck kelainan irama jantung dan laktat asidosis (penumpukan berbahaya asam laktat dalam darah
Temuan-temuan dari studi mungkin cukup untuk mengubah perawatan pasien dengan ARDS, Dr B. Taylor Thompson, rumah sakit umum Massachusetts dan Harvard Medical School, menulis
"[Beta-2] agonist perawatan pada pasien dengan ARDS harus dibatasi untuk perawatan obstruksi klinis saluran udara reversibel dan tidak harus menjadi bagian dari perawatan rutin," .
n*all
Selasa, 13 Desember 2011
disable live preview to win 7
Windows 7 â Disable Live Preview
Disable Buat file registry seperti diatas untuk mematikan Live Preview.
Komputer terasa terbebani ketika Anda ingin meng akses Live Preview. Apakah fungsi ini bisa dinonaktifkan?
TIPs Fungsi Live Preview memang menarik. Mengapa demikian? Karena melalui fungsi ini, memungkinkan Anda “mengintip” aktivitas yang terjadi di dalam sejumlah aplikasi pada Taskbar. Namun, tidak semua orang menyukai fungsi ini karena ingin menghemat sumber daya komputer atau memang tidak suka dengan tampilannya. Apapun alasannya, fungsi Live Preview sebenarnya dapat Anda nonaktifkan dari Taskbar Windows. Namun, caranya harus dilakukan lewat fungsi Regedit.
Pertama-tama, bukalah aplikasi Regedit dengan menekan kombinasi tombol [WINDOWS]+[R] untuk membuka window “Run” dan ketik “regedit”, kemudian tekan [ENTER]. Jika menu peringatan UAC muncul, Anda dapat mengabaikannya dengan meng-klik tombol “Yes” untuk menyetujuinya. Pada panel menu sebelah kiri Regedit, Anda dapat mengakses HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced.
Selanjutnya, klik kanan bagian kosong pada panel menu sebelah kanan Regedit, pilih “New”, lalu pilih “DWORD”. Beri nama entri baru tersebut dengan “DisablePreviewWindow”. Setelah entri itu dibuat, klik ganda entri tersebut. Pada kolom “Value”, masukkan nilai “1”. Setelah selesai, tutup jendela Regedit dan lihat perubahannya di Windows.
Sabtu, 03 Desember 2011
anfis reproduksi
Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul.
Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi
Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran.
Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus – hipothalamus – hipofisis – adrenal – ovarium.
Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya.
GENITALIA EKSTERNA
Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.
Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis.
Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.
Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.
Homolog embriologik dengan skrotum pada pria.
Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora.
Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).
Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
Clitoris
Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.
Homolog embriologik dengan penis pada pria.
Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.
Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital.
Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.
Introitus / orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.
Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.
Vagina
Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.
Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina.
Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.
GENITALIA INTERNA
Uterus
Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa).
Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan.
Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri.
Serviks uteri
Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.
Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.
Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).
Ligamenta penyangga uterus
Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina.
Vaskularisasi uterus
Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).
Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.
Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.
Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi “menangkap” ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.
Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).
Ovarium
Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula.
Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae “menangkap” ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi.
Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis.
CATATAN :
Letak / hubungan anatomik antara organ2 reproduksi (uterus, adneksa, dsb) dengan organ2 sekitarnya di dalam rongga panggul (rektum, vesika urinaria, uretra, ureter, peritoneum dsb), vaskularisasi dan persarafannya, silakan baca sendiri.
ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONADAL
Payudara
Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di b
Selasa, 26 April 2011
moral anak bangsa
Sebegitukah rendahnya pemahaman masyarakat kita terhadap dasar negara... ..yg menjadi landasan ideologi dan pedoman hidup masyarakat kita. Hingga kita kehilangan martabat kehidupan dan berbangsa. Kehidupan dan adat budaya timur penuh kesederhanaan jadi instant dan glamor...toleransi jadi teror sana sini hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan hingga tidak ada tegang rasa, sedikit sedikit di harus bayar, gantirugi, perlu reward yang ada dibenak hanya materi dan kekuasaan.
Bahkan untuk kepentingan sesaat harus menjilat dan bermanis muka. Pada penguasa yg harusnya sebagai pengayom pembimbing pembina dan contoh serta teladan dlm berkehidupan. hidup terasa suram mana kala para pemimpin arogan pada kekuasaan dan egosentris terhadap kepentingan. Malu pada kekurangan dan lebih memalukan tidak mau menerima kekurangan hingga sulit dan alergi memperbaiki kekurangan. Mencari - cari alasan dan kesalahan untuk merubah fakta yang ada hingga tidak segan MENYAlahkan ORANG LAIN..agar di anggap benar dan terhormat.sungguh terlalu... ..
Senin, 25 April 2011
Hard opinition
Instansi pemerintah yg sudah lama mengkotak kotakkan kekuasaan tambah menjadi jadi tanpa terkecuali.
Bahkan sampai management terkecil hingga urusan teknis yg tdk jelas tata aturan serta perundangannya. Mereka diatur dan dibuat aturan oleh kelompok penguuasa tertentu demi kepentingannya.
Malah sesuatu yang harusnya mudah dibuat sulit di tambah biroksasi ala feodal warisan penjajah...
Bahkan tanpa sosialisasi aturan di tegakkan
Hal yang lumrah tanpa embel- embel kewenangan jadi bahasa kesewenangan di mata mereka kebijakan awal dari penyimpangan.
Mungkin menurut mereka kesepakatan dan forum rembuk di anggap menayangkan kekurangan mereka atau mungkin mereka merasa di lecehkan.
Dimana potriotisme dan berjiwa besar terhadap suatu perubahan dan kami harap jangan terlalu picik dan mengkerdilkan diri terhadap suatu keadaan yang baik bagi publik.
Manusia tidak ada yang sempurna akan lebih mulia bila mau memperbaiki diri.
Rabu, 13 April 2011
Eksposur Utama kekerasan media, termasuk TV, film, video game, musik, dan buku komik
Untuk menjelaskan efek kekerasan media dan perilaku agresif yang konsisten dengan teori-teori yang telah berevolusi. baik efek jangka pendek dan jangka panjang. Peneliti Arch Pediatr Adolesc Med menguji hipotesis teori-berbasis orang dewasa dan anak-anak.Peserta Anak-anak berusia di bawah 18 tahun dan orang dewasa.
Eksposur Utama kekerasan media, termasuk TV, film, video game, musik, dan buku komik.
Ukuran perilaku agresif, pikiran agresif, perasaan marah, gairah fisiologis (misalnya, detak jantung, tekanan darah), dan perilaku .
Perkiraan ukuran digabungkan dengan menggunakan prosedur meta-analitik. Seperti yang diharapkan, efek jangka pendek dari kekerasan media lebih besar untuk orang dewasa daripada untuk anak-anak sedangkan efek jangka panjang lebih besar untuk anak-anak dibandingkan orang dewasa.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada efek ukuran keseluruhan sederhana namun signifikan bagi paparan kekerasan media pada perilaku agresif, pikiran agresif, perasaan marah, tingkat gairah, dan perilaku dasar ( pendukung ).Hasil ini konsisten dengan teori bahwa efek jangka pendek sebagian besar disebabkan oleh pembelajaran (encoding) dan atau kepercayaan terhadap suatu tayangan, yang dewasa memiliki lebih banyak waktu untuk memahami dan mempelajari.
Sebaliknya, efek jangka panjang memerlukan pembelajaran (encoding) dari skrip suatu tayangan . Anak-anak akan mencontoh dengan penafsiran mereka dan membuat simbol baru dari skema keyakinan yang ada tanpa melalui observasi dan pembelajaran dibandingkan orang dewasa.
Kamis, 07 April 2011
Menunda pengobatan hanya beberapa jam dapat memperlama tinggal di rumah sakit
Kamis, 31 Maret (HealthDay News) - perawatan antibiotik cepat adalah penting untuk kritis anak-anak sakit dengan pneumonia bakteri, kata sebuah studi baru.Studi ini muncul di edisi April dari Pediatric Infectious Disease Journal.
Para peneliti menjelaskan dalam rilis berita jurnal.
Dokter yang merawat anak-anak dengan pneumonia bakteri harus memutuskan dengan cepat basis pemilihan antibiotik dengan kemungkinan penyebab infeksi. Sementara itu, tes yang dilakukan untuk menentukan apakah yang dipilih antibiotik akan efektif. Jika tidak, dokter harus beralih ke lain antibiotik lain sesegera mungkin.
Dari 45 pasien dalam penelitian ini, 71 persen pada awalnya diobati dengan antibiotik yang tepat. Ketika pasien dan sebagiannya berubah jenis pemakaian antibiotik setelah tes tersebut dipandang sebagai sebuah kelompok yang resisten, waktu median untuk pengobatan dengan antibiotik yang cocok/ tepat adalah sekitar 10 jam, dengan rentang dua sampai 38 jam.
Secara keseluruhan, anak-anak yang menerima antibiotika tepat melewatkan sedikit hari di rumah sakit. Bagi anak-anak dengan pneumonia sebagai masalah hanya medis, menunggu lebih lama untuk perawatan antibiotik yang benar dikaitkan tidak hanya dengan tinggal di rumah sakit lebih lama, tetapi dengan lebih banyak waktu di unit perawatan intensif dan pada ventilator mekanis.
Kamis, 31 Maret 2011
MANAGEMEN KEPERAWATAN RSUD KOTABARU
segala kebijakan atau aturan yang dibuat diupayakan untuk tidak bertentangan dengan aspek-aspek ekososbud dan agama yang ada
Keperawatan yang beroreantasi pada keluarga tanpa membedakan dalam memberikan pelayanan perawatan yang efisien dan berkualitas.
kemurahan hati adalah tanggung jawab untuk melakukan kebaikan yang menguntungkan klien dan menghindari perbuatan yang merugikan atau membahayakan klien.
Informasi yang Tepat dan Akurat memastikan anda dapat menikmati perawatan dengan penuh keyakinan
Sistem pelayanan terpadu dengan penunjang medis 24 jam yang memberi anda nilai kepastian.

Kami menyadari bahwa manajemen yang kami buat masih banyak kekurangan, untuk itu kami sangat membutuhkan masukan, kritik yang bersifat membangaun bagi kesempurnaan dalam profesionalisasi Keperawatan, khususnya Manajemen Keperawatan
Minggu, 20 Maret 2011
estrogen tambahan meningkatkan risiko kanker payudara
dokter lain untuk mengabaikan ilmu dan meresepkan hormon pula.








